Selasa, 16 Februari 2016


Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dan Guru-guru PAUD Gugus II Kec. Berbah di Demplot Cangkringan BBLM Yogyakarta


SLEMAN— Sejumlah guru PAUD dari Gugus II Kecamatan Berbah berkunjung ke Demplot Cangkringan pada Sabtu, 6 Februari 2016 guna mendapatkan wawasan baru tentang bercocok tanam serta mendapatkan materi baru yang dapat digunakan untuk pengajaran anak-anak usia dini.

Praktek Menanam Ubi Cilembu Dalam Polybag
Guru-guru PAUD dari berbagai sekolah ini disambut oleh pejabat fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dari Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta beserta pegawai demplot. Diterima di Aula Tinarbuko, para guru ini dijamu dengan aneka hasil panen dari demplot seperti susu kambing etawa dan jagung manis. Audiensi berlangsung sekitar 1 jam dengan pengenalan BBLM berikut demplot, kemudian disusul dengan materi urban farming yang sedang menjadi trend, yaitu hidroponik.
          Pada sesi diskusi, banyak diantara guru PAUD ini yang tertarik untuk bertanam dengan metode hidroponik, terutama mengingat lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas, hasil maksimal, dan masa panen yang cepat. Hidroponik memerlukan perawatan yang minim jika dibandingkan dengan metode konvensional menggunakan tanah.
Mendapat Penjelasan Mengenai Perkawinan Ikan Nila Secara Alami
Seusai audiensi, guru-guru PAUD diajak berkeliling demplot untuk belajar menanam ubi cilembu, budidaya kambing, menanam bawang, tanaman buah, vertikultur, pemijahan ikan nila merah, budidaya strawberry dalam polybag, dan budidaya salak. Untuk lebih mengenal dunia bercocok tanam, guru-guru diajak untuk praktek menanam cabe, panen buah naga dan daun bawang. Hasil panen kemudian ditimbang sendiri untuk kemudian dibeli dengan harga petani yang tentunya berbeda dengan harga di pasaran.

Seusai Panen Buah Naga di Kebun Buah Naga
Sebagai buah naga dan daun bawang, ubi cilembu yang telah ditanam dibawa pulang sebagai bentuk kenang-kenangan untuk para guru PAUD. Setelah puas berkeliling dan menikmati udara segar Cangkringan, sekitar pukul 14.00 guru-guru tersebut meninggalkan demplot Cangkringan. 




0 komentar:

Posting Komentar