Tampilkan postingan dengan label PSM Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSM Jogja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Januari 2018

"Kids Zaman Now"



Sebuah kalimat yang biasa digunakan untuk melabeli kebiasaan anak-anak zaman sekarang yang erat kaitannya dengan dunia digital, semua serba mudah dan instan, bahkan untuk sebuah ilmu sekalipun. Anak-anak sekarang diberikan suatu kemudahan seiring dengan perkembangan zaman, bahkan untuk belajar sekalipun semua dengan mudah bisa diakses melalui smartphone yang rata-rata para siswa sekarang sudah memilikinya. Sebuah perkembangan yang tentu saja memiliki 2 sisi mata pisau apabila tidak bijak dalam menggunakannya. Ada kalanya kemudahan akses internet sangat bermanfaat sekali, namun sering juga kemudahan tersebut mengakibatkan para siswa menjadi kurang mengerti akan hakekat dari sebuah ilmu,yaitu "Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan".

Karena hal itulah selama ini SMA 1 Bantul mencoba membuat sebuah terobosan dengan mengadakan sebuah pembelajaran di luar sekolah yang bermanfaat bagi para siswa dalam memandang masa depan mereka, pembelajaran yang mampu memperlihatkan para siswa tentang bagaimana suatu proses di kehidupan sekitar mereka berjalan, sebuah proses yang mampu menggambarkan bagaimana ilmu yang dipelajari di sekolahan itu dipraktekkan di kehidupan nyata. Untuk itu sejak tahun 2017 SMA 1 Bantul bekerjasama dengan BBLM Yogyakarta dalam mengadakan kegiatan pembelajaran di luar sekolah. Di tahun 2018 ini, kembali BBLM Yogyakarta mendapatkan kehormatan untuk membantu pihak sekolah dalam memberikan materi-materi percontohan yang ada di lahan percontohan.

Rabu/17 Januari 2018 lalu, teman-teman PSM didaulat untuk menerima kunjungan dari sekitar 300 an siswa kelas X SMA 1 Bantul untuk belajar bareng. Kegiatan berjalan dengan sangat padat namun lancar, semua teman-teman PSM berbagi tugas dengan baik agar kegiatan sukses, terlihat apa yang disampaikan teman-teman PSM mampu membuat para siswa antusias dalam menerima materi. Sebuah pengalaman baru bagi para siswa itu yang nantinya semoga bisa bermanfaat di masa depan.

Satu hal yang menjadi catatan, PSM Jogja ibarat sebuah pohon, semua individu adalah bagian-bagian dari pohon tersebut, saling melengkapi dan punya fungsi masing-masing.
Tidak ada akar yang kuat tanpa dahan dan daun yang sehat, juga sebaliknya.
Serta...
Tidak ada pohon yang kuat apabila ditanam di tempat yang tidak tepat!!!

Bavo PSM Jogja, Jayalah BBLM!!!

















 







Selasa, 01 Agustus 2017

Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta untuk pertama kalinya membuka stand di pasar tani yang berada di Lapangan Pemda Sleman, Jum’at 28 Juli 2017. Kegiatan ini merupakan bagian dari fasilitasi kepada para alumni pelatihan hidroponik yang berasal dari sekitar BBLM Yogyakarta yaitu Dusun Beran Kidul, Beran Lor dan Drono sebagai bentuk motivasi dan pemasaran produk hasil panen hidroponik.


Sayuran hidroponik tentunya pangsa pasarnya berbeda, karena memiliki nilai hieginis, sehat dan rasanya yang berbeda dengan sayuran konvensional. Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) yang ditugaskan untuk mendampingi keberlanjutan dari hidroponik, sudah saatnya para alumni untuk memasarkan hasil panennya. Melihat peluang di Pasar Tani yang menjual dagangan untuk kelas premium, maka BBLM Yogyakarta mengajukan ke Dinas Pertanian dan Bupati Sleman untuk ijin membuka stand.
Ijin pun resmi diberikan, 28 Juli 2017 dengan didukung oleh pimpinan BBLM Yogyakarta mulai launching hasil panen sayuran hidroponik dan hasil panen dari Lahan Praktek Karang Tumaritis dan Karang Kadempel. Tenda yang didirikan dan meja kursi pun langsung dari BBLM Yogyakarta yang disipkan sehari sebelumnya, juga para alumni pelatihan mempacking sayuran hidroponik dengan semangat dan PSM BBLM Yogyakarta secara bersama-sama mengemas hasil demplot dengan sebaik mungkin dan melabelinya.
Stand dibuka mulai jam 07.00 WIB pagi di Lapangan Pemda yang digunakan untuk senam sehat, yang diikuti oleh para pegawai di Komplek Pemda Sleman. Keramaian dan semangat mengikuti senam sangat menggugah untuk mengikutinya dan stand pun mulai dilirik banyak orang. Setelah senam selesai stand mulai dipadati pembeli. Banyak yang tertarik dengan instalasi hidroponik yang memang sengaja ditampilkan di stand dan sayuran hidroponik.
Walaupun baru pertama buka, ternyata stand BBLM Yogyakarta tidak kalah ramai dengan stand yang lainnya. Hal ini melihat barang dagangan yang dijual berupa hasil lahan praktek diantaranya edamame 39 kg, ubi cilembu 5 kg, jahe 1,7 kg, buncis 5,75 kg, lombok 2,3 kg, terong 9 kg, timun 14,5 kg, telor ayam 38 kg, telor puyuh 875 butir banyak yang terjual habis. Juga sayuran hidroponik packcoy 60 ikat dan sawi 30 ikat (1 ikat=3 ons) sebanyak 75% sudah habis dibeli.
Para penjaga stand yaitu alumni pelatihan dari Dusun Beran Kidul didampingi oleh PSM BBLM Yogyakarta bersemangat sekali, selalu memberikan senyuman kepada para calon pembeli. Stand juga dikunjungi langsung Kepala BBLM Yogyakarta, Drs Herwanto Supangat, MM menyampaikan “ini sangat bagus, sebagai bagian dari pendampingan dan support bagi alumni pelatihan, dan sebagai ajang untuk lebih mengenalkan BBLM Yogyakarta kepada masyarakat”.
Silahkan kunjungi stand BBLM Yogyakarta di Pasar Tani setiap hari jum'at pagi di Lapangan Pemda Sleman dan di Sunmor (sunday Morning) di Lapangan Denggung, Sleman setiap minggu pahing.













Senin, 24 Juli 2017

Jum’at, 21 Juli 2107 terlihat aktivitas Penggerak swadaya Masyarakat (PSM) Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta di Lahan Praktek Karang Tumaritis membuat pupuk organik berbahan dasar batang pohon pisang.




Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari bahan alami yang berasal dari sisa tanaman atau hewan baik dalam bentuk padat maupun cair untuk memberikan unsur hara bagi tanaman sekaligus memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Saat ini penggunaan pupuk organik lebih dianjurkan, namun petani lebih senang menggunakan pupuk anorganik karena memiliki unsur hara yang cukup dan pertumbuhannya cepat. Hanya saja apabila petani terus menerus memberikan pupuk anorganik maka akan merusak kondisi tanah sehingga penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan.
Pupuk organik mudah dibuat oleh siapapun dan kapanpun. Bahan yang digunakan juga mudah diperoleh pada lingkungan di sekitar kita. Hanya saja, membutuhkan beberapa waktu agar pupuk organik ini siap untuk digunakan.
Kita ketahui buah pisang yang sudah matang diambil dimanfaatkan sebagai makanan, daunnya untuk pembungkus makanan, sedangkan batangnya terbengkelai dan dibiarkan membusuk. Padahal batang pisang dapat dibuat pupuk organik cair yang banyak mengandung unsur P (Phosphat).
PSM BBLM Yogyakarta menebang batang pisang, mengelupas bagian pelepah bagian luar yang berwarna hijau. Yang diambil adalah bagian batang pisang yang berwarna putih. Batang pisang tersebut ditimbang dan diiris secara vertikal.
Batang pisang yang sudah selesai diiris secara vertikal dimasukkan ke dalam drum besar, dicampurkan tetes tebu/gula merah, probiotik dan air diaduk secara merata. Kemudian drum ditutup rapat.
Semoga ujicoba ini dapat memberikan informasi lengkap kandungan pupuk organik berbahan batang pisang dengan data laboratorium dan dapat digunakan untuk rujukan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik.










Minggu, 23 Juli 2017

Lezatnya ikan gurame digemari banyak orang, baik gurame goreng, bakar atau olahan lainnya bahkan menjadi salah satu menu favorit di beberapa rumah makan dan restoran. Permintaan gurame pun mengalami peningkatan seiring dengan menjamurnya tempat-tempat kuliner di tanah air. Selain disenangi oleh para konsumen, ikan gurame merupakan favorit para pembudidaya ikan. Saat ini ikan gurame semakin mudah dengan adanya teknologi budidaya yang baru sehingga prosesnya tidak terlalu rumit meskipun pertumbuhan ikan gurame lambat dibanding iakn air tawar lainnya. Namun, tetap memberikan keuntungan yang tinggi dengan harga jual yang tetap naik. Sehingga menjadi peluang usaha serta mampu memberikan profit yang menguntungkan.

Banyak yang masih menganggap budidaya gurame memerlukan air berlimpah serta habitat yang cukup luas dan pengelolaan dengan modal besar. Padahal, Budidaya ikan gurame yang banyak tersedia di pasar tradisional dan modern tersebut bisa diterapkan dalam skala rumah tangga atau dengan kata lain industri mikro bermodal kecil. Jadi, kesempatan serta peluang usaha rumahan untuk komoditas ini masih sangat terbuka.
Salah satu cara pembudidaya ikan gurame skala rumah tangga adalah dengan menggunakan media kolam terpal. Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta yaitu Imam Prasmono dan Anggit Mangun Wibowo melakukan ujicoba budidaya gurame di kolam terpal dengan perlakuan pemberian probiotik dan pakan kotoran ayam/puyuh yang disangrai.
PSM BBLM Yogyakarta memiliki lahan praktek Karang Tumaritis, yang salah satu spotnya adalah pengembangan perikanan. Di tahun 2017 area perkolaman banyak mengalami perubahan, diantaranya adalah Kolam terpal dibangun dengan rangka besi dan patok cor beton, yang sebelumnya kolam terpal menggunakan rangka kayu dan asbes. Faktor kekuatan dan tidak tahan lama karena rayap dan lapuk, rangka kayu akhirnya diganti. Kolam terpal saat ini terlihat kokoh, rapi dan mampu menampung air dengan volume banyak.
Setelah kolam terpal jadi, dan diisi air dan perlakuan. Hari Kamis, 20 Juli 2017 pagi hari ditebar 500 ekor dengan ukuran bungkus korek api. Saat ditebar kedalam air sekitar 30-40 cm dan selama 1 hari tidak diberikan pakan dan perlakuan lainnya. Baru di hari berikutnya diberi pakan pelet.






Senin, 17 Juli 2017

Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta sebanyak 6 orang pada tanggal 14 Juli 2017 melakukan kunjungan ke Soropadan Agro Expo 2017 dengan tujuan untuk belajar inovasi dan kreasi baru di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. 

Pameran ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, PSM BBLM Yogyakarta mengunjungi setiap stand yang ada. Ada banyak ketertarikan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan yang dipamerkan, yang nantinya dapat diaplikasikan dan dikembangkan di lahan praktek BBLM Yogyakarta. Diantaranya pengolahan kopi dan variannya, pengolahan jamur tiram, handycraft berbahan baku limbah, pertanian cabai, kubis, terong, melon, timun, selada, peternakan kambing PE, domba batur, sapi, dll.

Soropadan Agro Expo (SAE) merupakan agenda yang dilaksanakan tiap 2 (dua) Tahun sekali dan pada Tahun 2017 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Biro Infrastruktur dan SDA  Setda Prov. Jateng menyelenggarakan SAE VIII yang bertempat di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Agro Center Soropadan Jl. Raya Magelang – Semarang Km. 13 Pringsurat, Kab. Temanggung, Provinsi Jawa Tengah yang rencana akan diselenggarakan pada tanggal 13 – 17 Juli 2017.

Ada 100 lebih stan yang mengikuti Soropadan Agro Expo 2017, baik pemerintahan, swasta atau petani dan ada Badan Sertifikasi Nasional (BSN) untuk melakukan standarisasi produk pertanian, sehingga bisa bersaing ke pasar internasional saat dijual.

Kunjungan ini memberikan banyak pengetahuan dan wawasan baru di bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Hal ini menjadi modal dan kesempatan yang sangat berharga bagi PSM dalam melakukan ujicoba, dan berinovasi/berkreasi mengembangkan Lahan Praktek Karang Kedempel dan Lahan Praktek Karang Tumaritis.