Senin, 22 Februari 2016


SLEMAN— Sejumlah anggota KUBE PeternakanTranslok Kab. Kuningan berkunjung ke Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta pada Rabu, 17 Februari 2016 untuk berbagi ilmu mengenai bidang peternakan dan juga sejumlah bidang lainnya. Dipilihnya BBLM sebagai salah satu lokasi studi karena sejumlah anggota KUBE Peternakan ini merupakan alumni pelatihan BBLM beberapa waktu yang lalu. 
Menjelang pembukaan kunjungan KUBE Peternakan Translok Kab. Kuningan

Suasana seremonial kunjungan KUBE Peternakan Translok Kab. Kuningan

Diawali dengan acara seremonial di Aula Arjuna pada pukul 09.30 WIB, Sekretaris Dinas Nakertransos Kab. Kuningan menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dari BBLM yang ramah dan bersahabat.
“Bahkan sudah seperti menyambut keluarga sendiri, kami merasa seperti di rumah” ungkap pria berbatik kuning ini.
Berfoto bersama di depan Aula Arjuna

Kepala BBLM, Drs. Herwanto Supangat, MM pun menyambut rombongan dengan menyampaikan selamat datang kepada para peserta sekaligus merasa bangga telah dikunjungi para alumni pelatihan dari Kab. Kuningan, Prov. Jawa Barat. Dalam sambutannya, beliau juga memperkenalkan staf dari BBLM terutama Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) yang turut hadir dalam penyambutan tersebut. Beberapa dari PSM tersebut merupakan pengajar di beberapa pelatihan di Kab. Kuningan.
Seusai pertukaran cinderamata, rombongan kemudian dipandu oleh PSM berkeliling area kantor BBLM dimulai dari ruang menjahit yang saat ini tidak hanya digunakan untuk menjahit baju namun juga diperluas penggunaannya untuk proses menjahit limbah plastik. Beranjak dari ruangan tersebut menuju ruang Samba tempat membatik, peserta dapat melihat dan mencoba proses pengecapan pada kain batik.
Utik Nurwariastini (baju putih) menjelaskan proses pengerjaan limbah plastik

Andi Indriani (baju putih) menjelaskan pada peserta mengenai proses batik cap
Sembari membahas mengenai teknik pengecapan batik, peserta diajak melihat penanaman sayuran dengan teknik vertikultur. Teknik ini populer di kalangan masyarakat urban sebab menghemat tempat dengan hasil panen tak kalah dari teknik konvensional. Melihat teknik vertikultur ini, beberapa peserta kemudian tertarik bertanya mengenai teknik tersebut juga tentang hidroponik.

Agung Cahyo menjelaskan mengenai teknik vertikultur pada peserta
Agung Cahyo menjelaskan pembibitan hidroponik pada peserta


Peserta kemudian diajak untuk melihat screen house dan green house di samping gedung Pengadilan Negeri yang juga masih menjadi area BBLM. Peserta mengamati ubi cilembu dalam polybag yang beberapa waktu lalu pernah diliput dalam majalah “Trubus”

Ketika matahari hampir di atas kepala, peserta sudah berada di demplot Beran, melihat kebun buah naga, tanaman Edamame yang sebelumnya telah dinikmati dalam acara seremonial, teknik biogas beserta pengolahan digesternya, teknik beternak burung puyuh albino, peternakan ruminansia, serta pemijahan ikan nila dan teknik aquaponik.

Mengakhiri kunjungan, peserta berfoto bersama di depan demplot Beran, Karang Tumaritis dan di depan kebun buah naga. Seusai istirahat dan sholat Dhuhur, rombongan KUBE Peternakan Kab. Kuningan melanjutkan perjalanan untuk berwisata ke sejumlah objek wisata di Yogyakarta.





Yulia Aryani menjelaskan teknik budidaya dan perbedaan jenis Edamame

Sejumlah peserta bertanya mengenai teknik aquaponik pada Anggit Mangun (baju putih)


Dida Paramita (baju putih) menjawab pertanyaan peserta seputar tanaman buah 


Berfoto bersama di Demplot Karang Tumaritis, Beran

0 komentar:

Posting Komentar