Selasa, 15 Desember 2015

SAYUR SEHAT SEMUA SUKA

...Sepiring nasi sehari tiga kali...Itu baru cukup kalori...
...Lauk pauknya yang sederhana...Cukup gizi dapatlah terbeli...
...Buah-buahan paling banyak disini...Nusantara tak tertandingi...
...Sayuran segar..semangat mekar..berseri..cerah setiap hari...
...4 sehat..5 sempurna..tuk masa depan kita...
...Nasi lauk sayur dan buah...kalo dapat ditambah susu...

Lirik lagu diatas adalah penggalan dari lagu anak yang berjudul "4 sehat 5 sempurna", lagu sederhana namun penuh makna. Lagu diatas memberikan panduan tentang pemenuhan kebutuhan gizi bagi kita bahkan sejak usia dini, sesuatu yang kadang dilupakan oleh kita semua.
Maraknya gaya hidup yang serba modern membuat pola hidup di masyarakat kita yang cenderung serba instan, bahkan sampai kepada selera makanan. Pola konsumsi makanan yang salah dan tidak berimbang akan mengakibatkan pemenuhan gizi yang kurang tepat sesuai kebutuhan, padahal untuk mencapai ketahanan nasional diperlukan manusia indonesia yang sehat.
Generasi muda sekarang ini cenderung tidak suka untuk mengkonsumsi sayuran, padahal sayuran memiliki peran penting karena kandungan serat, vitamin dan mineral yang diperlukan untuk tumbuh kembang. Dewasa ini juga ada kecenderungan pertanian mulai ditinggalkan oleh masyarakat terutama pada generasi muda. Akibatnya generasi penerus pertanian terancam menyusut, padahal semakin lama seiring dengan pertumbuhan penduduk mengakibatkan permintaan produk pertanian terus meningkat.
Sungguh menjadi hal yang mengkhawatirkan tatkala melihat anak-anak muda sekarang ini menjauhi pertanian, anak-anak sekarang tidak tahu bagaimana sayur itu didapat, bahkan yang lebih menggelikan adalah cerita anak-anak kota yang salah menyebut padi dengan rumput, sesuatu yang sangat ironis.
Harapan untuk terus mengembangkan dunia pertanian khususnya budidaya sayuran sedikit terbantu dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi sayuran, banyak muncul wirausaha muda yang tertarik bergerak di bisnis budidaya pertanian. Hal ini menjadi angin segar dalam menarik minat calon penerus bagi generasi petani yang akan datang.
Balai Besar Latihan Masyarakat ( BBLM ) Yogyakarta selaku lembaga yang bertugas untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat desa, daerah tertinggal dan transmigrasi memandang penting pengembangan pertanian khususnya budidaya sayuran. Oleh sebab itu BBLM Yogyakarta concern dalam penyelenggaraan pelatihan budidaya hortikultura tanaman sayur. Untuk mendukung kegiatan pelatihan tersebut, Demplot Karang Tumaritis dan Demplot Karang Kadempel BBLM Yogyakarta berusaha melengkapi sarana dan prasarana untuk percontohan dan praktek bagi peserta khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Beberapa kegiatan uji coba dan percontohan yang telah dilakukan sebagai suport dalam bidang budidaya sayur memberikan kesimpulan bahwa kegiatan budidaya sayuran merupakan usaha yang menguntungkan dan prospektif dikembangkan serta budidaya sayuran bisa dilakukan di lahan pekarangan sekitar rumah minimal untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.
Berikut ini beberapa uji coba dan percontohan yang telah dilakukan di lahan demplot :

 


























0 komentar:

Posting Komentar