Rabu, 27 Januari 2016


Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi tenaga pelatih di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, sejumlah pejabat fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) mengikuti kursus Batik Cap. Kursus ini dimaksudkan selain sebagai sarana peningkatan kompetensi juga sebagai sarana untuk nguri-uri kabudayan (Jawa: memelihara kebudayaan) Jawa yaitu batik yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh badan PBB, UNESCO, pada tahun 2009.

Kursus ini dapat disebut pula sebagai kursus lanjutan sebagai penunjang dari berbagai pelatihan membatik yang telah dilaksanakan sebelumnya baik di dalam kantor BBLM maupun di luar kantor BBLM (dalam bentuk Mobile Training Unit/MTU). Adapun MTU Membatik Cap telah dilaksanakan pada tahun 2015 di beberapa kota di Jawa Tengah dan mendapatkan perhatian tinggi baik dari peserta pelatihan MTU itu sendiri maupun dari pemerintah daerah setempat.

Kursus batik cap ini dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 15 s.d 19 Januari 2016 di LKP Multi Talenta, Sleman. Dalam kursus ini, PSM mendapatkan ilmu baru berupa pengetahuan alat dan bahan, menggambar motif dan desain, praktik membatik cap, pewarnaan (dengan naphtol dan indigosol), serta pemeliharaan alat dan K3. 

Dalam praktek membatik cap, PSM mendapatkan berbagai model/teknik mengecap sepreti teknik pagi-sore, teknik pulau, teknik standar, teknik miring/parang/liris, teknik 'mlampah sareng' (dua cap membentuk satu motif dengan keduanya berjalan ke depan).
 

Teknik Pengecapan Pagi-Sore

Teknik Pengecapan Pulau

Hasil Pengecapan Teknik Miring/Parang

Sebagai hasilnya, didapatkan warna yang cerah dan rata seperti yang diinginkan. Sebagai alternatif digunakan pula pewarna celup napthol dan pewarna alam. Di kesempatan ini yang digunakan adalah pewarna mahoni dengan tunjung dan tawas sebagai penguncinya. Penguncian warna alam dengan tunjung menyebabkan kain berwarna lebih gelap daripada sebelumnya. Sementara jika dikunci menggunakan tawas hasilnya kain lebih terang. Untuk mendapatkan hasil akhir warna yang sama dengan warna ketika dicelup dapat menggunakan kapur sebagai cairan penguncinya.

Proses perataan warna indigosol dengan teknik UV

Dengan selesainya kursus Membatik Cap diharapkan PSM meningkat kompetensinya dan dapat melanjutkannya ke tengah masyarakat desa, daerah tertinggal maupun para calon transmigran sesuai dengan tupoksi BBLM yaitu pelatihan bagi masyarakat desa, pelatihan masyarakat daerah tertinggal, dan pelatihan masyarakat transmigrasi. 

Hasil akhir proses membatik cap















2 komentar:

  1. Batik Cap BBLM Yogyakarta...Cap-in Semuanya...

    BalasHapus
  2. Ini adalah situs pellatihan membatik yang luar biasa!
    Saya sangat senang menemukan situs ini beberapa bulan yang lalu melalui Google.
    Terlepas dari yang saya dapatkan, saya benar-benar senang dengan semua informasi bermanfaat yang diposting di situs Anda.
    Pertahankan berbagi info berguna!
    Nasi Kotak Jakarta
    Nasi Kotak Jakarta
    Nasi Kotak Jakarta
    Nasi Kotak Jakarta
    Nasi Kotak Jakarta

    BalasHapus