Sabtu, 15 Juli 2017

Lahan Praktek atau Demplot (Demontration Plot) merupakan tempat bagi Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) untuk menuangkan ide dan kreatifitasnya, sebagai lahan percontohan bagi peserta pelatihan dan media publikasi. Demplot salah satu kebanggaan Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. 
Kantor BBLM cukup representatif untuk menimba ilmu, wisata edukatif atau kunjungan tentang pertanian, peternakan atau perikanan. Banyak hal-hal menarik (spot-spot yang dikelola dengan baik dan terus dilakukan pengembangan) yang dapat dinikmati. 
BBLM Yogyakarta memiliki dua lokasi demplot yaitu :
  1. Demplot Karang Tumaritis di Lingkungan Kantor BBLM Yogyakarta, Jalan Parasamya No. 16 Beran, Tridadi, Sleman Yogyakarta,
  2. Demplot Karang Kadempel di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.
LAHAN PRAKTEK KARANG TUMARITIS
Di lahan seluas 0,5 Ha yang sudah dikelola dengan baik, Anda dapat menikamati spot-spot di Demplot Karang Tumaritis yaitu : Hidroponik; Vertikultur dan Pergola; Jamur Tiram dan Lingshie; Screen House dan Green House; Kebun Buah dan TOGA; Area Persawahan;  Peternakan dan Perikanan.Kami akan mengulas spot-spot yang ada di demplot karang tumaritis, semoga menjadikan tambahan ilmu dan wawasan.













Rabu, 12 Juli 2017


Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) mempunyai tugas untuk melatih masyarakat desa, daerah tertinggal dan transmigrasi. Dalam menyiapkan diri untuk melaksanakan pelatihan, PSM mengikuti pendidikan/bimbingan teknis, kursus, kunjungan lapang, dan ujicoba di lahan praktek. Di tahun 2017 ini PSM BBLM Yogyakarta memiliki paket ujicoba pembuatan pupuk organik, pemijahan gurame, aquaponik, budidaya anggrek, ayam petelur, dan budidaya puyuh.



Tim pembuatan pupuk organik yaitu Bu Hartilah dan Mba Yulia Aryani pada hari Jum’at, 7 Juli 2017 melakukan ujicoba pembuatan pupuk organik cair menggunakan bahan buah-buahan dan sayuran yang sudah busuk.

Pupuk organik mungkin sudah tidak asing bagi kita semua, pemerintah sudah selalu “menggaungkan” arti pentingnya back to nature untuk menjaga alam ini tetap terjaga, dapat dimanfaatkan kegiatan pertanian yang produktif dan tentunya menguntungkan petani. Penggunaan bahan kimia pupuk dan pestisida yang begitu masif pada tanaman menyebabkan serangan hama dan penyakit yang sulit dikendalikan, juga menyebabkan unsur hara tanah terkikis habis.

Banyak referensi dan petunjuk pembuatan ataupun penggunaan pupuk organik, namun para petani masih menganggap sebelah mata. Hal ini karena pembuatannya yang memerlukan waktu dan aplikasi di tanaman “tidak sedahsyat” penggunaan bahan kimia.

PSM Yogyakarta mencoba membuat sendiri pupuk organik dengan acuan hasil pendidikan/bimbingan teknis dan kursus dan hasilnya akan dimasukkan ke laboratorium Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mengetahui kandungannya. Pupuk tersebut akan diujicobakan di lahan praktek/demplot, jika layak maka akan dikembangkan dan disebarluaskan ke masyarakat.

Ujicoba dimulai dengan menyiapkan bahan-bahan utama buah-buahan dan sayuran yang sudah ditimbang dengan berat yang ditentukan. Bahan : Kesemek 9 ons, jambu biji 1 kg, nanas 2,5 kg, pisang 7 kg, jeruk 2 kg, markisa 8 ons, kangkung 2,5 kg kacang panjang 1 kg, air cucian beras 9,5 liter, air kelapa 5 liter, MOL 2 liter, molase/gula aren 3 liter dan air 80 liter.

Bahan tersebut dicacah dan dilembutkan dengan blender dengan ditambahkan air kelapa/air cucian beras. Selanjutnya dimasukkan ke dalam tong. Disiapkan juga molase/tetes tebu/gula aren ditambahkan MOL (mikroorganisme lokal) dan air diaduk secara merata. Semua bahan dicampurkan dan diaduk secara merata dimasukkan ke dalam tong yang ditutup rapat. Bahan tersebut akan difermentasikan selama 15 hari.

Semoga ujicoba ini dapat memberikan informasi lengkap kandungan pupuk organik dengan data laboratorium dan dapat digunakan untuk rujukan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik.

Bahan - Bahan dicacah terlebih dahulu

Bahan diblender

Bahan yang sudah diblender

Hasil setelah diblender

Bahan tersebut diaduk secara merata

Diberikan molase/gula aren dan MOL

Dimasukkan dalam tong yang ditutup rapat

Penampakan awal pupuk organik




Jumat, 05 Agustus 2016

Bersama MBT Bandung


SLEMAN_ 5 Agustus 2016, kunjungan perdana dari kegiatan pelatihan calon purnabakti PT. Bukit Asam, Tbk. tiba di BBLM Yogyakarta. Kunjungan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan kerjasama MBT Bandung selaku penyedia jasa dan konsultan pelatihan dengan BBLM Yogyakarta. MBT Bandung dan PT. Bukit Asam Tbk. mempercayakan BBLM Yogyakarta untuk memberikan bekal, gambaran dan percontohan berbagai kegiatan yang nantinya bisa diaplikasikan oleh para calon purnabakti nantinya ketika sudah pensiun.

Dalam sambutannya, Kabid. Penyelenggara mewakili Bapak Kepala BBLM Yogyakarta menyampaikan bahwa merupakan kehormatan bagi BBLM Yogyakarta dipercaya sebagai tempat kunjungan sekaligus short course bagi para calon purnabakti PT. Bukit Asam, Tbk. Bapak Dedi Sulasmono, S.Sos juga memberikan gambaran bahwa BBLM Yogyakarta juga memiliki beberapa macam program pelatihan yang sekiranya cocok untuk memberikan bekal bagi para calon purnabakti di lingkungan kedinasan maupun swasta. Diantara pelatihan tersebut antara lain :
- Pelatihan Membatik (8 hari mampu membuat 3 kain batik cap dan tulis)
- Pelatihan Menjahit (8 hari mampu membuat 1 stel pakaian jadi)
- Pelatihan Handycraft Bambu dan Limbah Plastik (1 hari minimal mampu membuat 1 produk)
- Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian (1 hari minimal mampu membuat 2 produk)
- Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik (membuat pupuk padat, POC, pestisida nabati)
- Pelatihan Budidaya Ternak Unggas (8 hari mampu menguasai penetasan dan pemeliharaan Ayam Kampung Super, Puyuh dan Itik)
- Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar (8 hari mampu menguasai pemijahan, pemeliharaan dan pembuatan pellet)
- Pelatihan Budidaya Hortikultura (8 hari mampu menguasai pengolahan lahan, pembibitan dan pemeliharaan)
- Pelatihan Hidroponik (8 hari mampu menguasai teknik persemaian, 4 model hidroponik, pembuatan instalasi dan meracik nutrisi)
dan masih banyak pelatihan-pelatihan lainnya.

Dalam rangkaian kunjungan short course ini, terlihat antusiasme para peserta yang cukup tinggi. Ketua rombongan menyampaikan bahwasanya BBLM Yogyakarta ini merupakan lembaga yang kredibel dan memiliki standard pelayanan prima kepada masyarakat, terlihat dari mantapnya bimbingan dan percontohan yang dilakukan. Disampaikan pula bahwasanya PT. Bukit Asam, Tbk. perlu menindaklanjuti hasil kunjungan short course ini dengan mempercayakan kegiatan-kegiatan serupa di BBLM Yogyakarta lagi. Sebuah kehormatan bagi BBLM Yogyakarta dan tentu saja kehormatan bagi PSM Jogja yang ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Semoga kedepan BBLM Yogyakarta menjadi lembaga yang terus mampu memeberikan manfaat ke masyarakat yang lebih luas...
Bravo BBLM...Bravo Penggerak Swadaya Masyarakat..!!!!!















 


 










Muda Tapi Beda

Sebuah stereotip yang jarang sekali ada di kisah nyata, mungkin itu yang bisa penulis sampaikan pada kesempatan kali ini. Tulisan ini terinspirasi oleh ketertarikan penulis pada sepenggal demi penggal kisah 3 pemuda dari Kalbar yang memburu ilmu baru sampai di Jogja. Ya, penulis tertarik dengan kisah 3 orang mahasiswa dari Jurusan Agroteknologi Universitas Tanjungpura Pontianak yang sedang melakukan magang di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta ini.

Panggil saja Bana-Caca-Galih (asal jangan disingkat). Ketiga mahasiswa ini memilih jalan yang beda, mereka memiliki pandangan yang beda akan makna dari kegiatan magang. Biasanya mahasiswa pertanian di Untan memilih untuk magang di perusahaan kelapa sawit, tapi mereka memilih magang di BBLM Yogyakarta untuk mendalami ilmu pertanian dengan penekanan pada bidang hidroponik. Mereka rela untuk merogoh dompet yang lebih tebal daripada apa yang dilakukan oleh teman-teman mereka, demi mendalami ilmu hidroponik. Sebuah berita yang menyejukkan, ditengah banyaknya mahasiswa pertanian yang kurang tertarik pada bidang pertanian sekalipun masih menjadi mahasiswa.

2 Hari di Laut

Ya...penulis terbelalak ketika mendengar perjuangan mereka untuk datang sampai di Jogja. Mereka menempuh jalur laut, naik kapal dari Pontianak-Semarang, kemudian meneruskan perjalanan darat Semarang-Jogja. Di tahun 2016 ini, ternyata masih ada mahasiswa yang mau menempuh perjalanan laut selama 2 hari, demi menjalankan tugas magang 2 bulan di BBLM Yogyakarta ini. Sampai akhir September 2016 nanti, Trio Bana-Caca-Galih akan membantu teman-teman PSM Jogja untuk belajar bareng dan berusaha mengembangkan Demplot yang ada. Sebuah hal yang langka dan patut diacungi jempol oleh kita semua.

Akhirnya penulis berharap, semoga kisah 3 Anak Muda Mencari Asa ini bersambung dengan kisah yang luar biasa, sehingga mampu memotivasi PSM Jogja dan mahasiswa lainnya utuk terus bersemangat dan berkarya.

Jayalah Mahasiswa...Jayalah PSM Jogja...!!!!!





Senin, 25 Juli 2016

Masa Persiapan Pensiun di BBLM Yogyakarta

Tuntas sudah dukungan Demplot BBLM Yogyakarta dalam membantu kegiatan Masa Persiapan Pensiun bagi sekitar 500-an PNS di lingkungan Pemkab. Sleman. Kegiatan ini merupakan acara rutin tahunan yang terbagi dalam 5 angkatan setiap tahunnya dan sudah berjalan sejak beberapa tahun kemarin. Sebuah hal yang cukup membanggakan ketika melihat Demplot kami mendapat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat dan instansi negeri maupun swasta.
Kegiatan Masa Persiapan Pensiun yang dilakukan di Demplot ini merupakan bagian dari pemberian bekal bagi PNS yang mendekati masa pensiun, agar kelak terinspirasi untuk melakukan kegiatan positif di masa pensiun. Beberapa hal yang menjadi materi pokok antara lain mengenai pemanfaatan lingkungan pekarangan maupun lahan yang dimiliki agar lebih intensif pemanfaatannya, terutama untuk kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.
Selama berada di lingkungan demplot ini, para peserta akan diberikan berbagai gambaran dan contoh nyata dalam pemanfaatan lahan agar lebih maksimal. Tanggapan positif juga terlontar dari peserta yang datang, mereka tidak mengira di tempat yang cukup tersembunyi seperti Demplot Karang Kadempel ini terdapat banyak percontohan yang begitu inspiratif. Semoga ke depan Demplot BBLM Yogyakarta semakin maju dan lebih banyak yang merasakan manfaatnya...Bravo BBLM Yogyakarta, Bravo Penggerak Swadaya Masyarakat Jogja..!!!!