Jumat, 23 Maret 2018

Kondisi Desa sekarang ini Berbeda dimana Desa diberi kewenangan penuh dalam mengelola rumah tangga sendiri serta adanya pengakuan atas hak asal usul sesuai dengan amanah Undang-Undang No 6 tahun 2014....masyarakat di Desa harus bergeliat dengan adanya perhatian dari pemerintah untuk melakukan suatu perubahan yang dahulu masyarakat Desa sebagai obyek sekarang masyarakat Desa menjadi subyek dalam pembangunan masyarakat seutuhnya. Kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa wajib dilaksanakan dengan dukungan penuh dengan pemerintah Desa setempat salah satunya kegiatan pengelolaan BUMDesa. Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan BUMDesa adalah survey pasar, UU dan pengembangan ekonomi lokal, alur pendirian BUMDesa, menyiapkan dokumen pendirian BUMDesa, menyiapkan prospectus/ rencana usaha BUMDesa, pengenalan akuntansi sederhana BUMDesa, dan menyusun laporan keuangan, serta untuk menunjang pelatihan BUMDesa dan menambah wawasan peserta tentang pengelolaan BUMDesa dilakukan kegiatan kunjungan lapang di Desa Dlingo, Kabupaten Bantul. Pelatihan BUMDesa angkatan IV di BBLM Yogyakarta bertujuan untuk memberikan bekal ilmu, pengetahuan dan perubahan sikap bagi pengelola BUMDesa agar maju, mandiri dan berdaya saing guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini peserta berjumlah 30 (tiga puluh) orang dari Kabupaten Pati 15 (lima belas ) orang dan Kabupaten Temanggung 15 (lima belas) orang. Kegiatan Pelatihan BUMDesa angkatan IV dimulai dari tanggal 22 s.d 27 Maret 2018....terimakasih buat tim Berdesa yang telah memberikan ilmunya kepada peserta latih sehingga memberikan warna tersendiri dalam pengelolaan BUMDesa serta maturnuwun buat Balaidesa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul yang sudah menerima kami dalam kegiatan kunjungan lapang sebagai bukti nyata keberhasilan BUMDesa....maju terus...BUMDesa












Kamis, 22 Maret 2018

Pembekalan Calon Purna Tugas Kemenaker RI di BBLM Yogyakarta


"Induk Semang kami datang, hati kami pun senang". 

Suasana hari ini, kamis 22 Maret 2018 cukup berbeda di kantor kami. Banyak kesibukan yang sangat tampak dilakukan oleh semua pegawai yang ada di lingkungan Balai. Selain rutinitas kantor dan pembukaan pelatihan hidroponik angkatan 1 serta pelatihan pengelolaan Bumdes angkatan IV, hari ini kami bersiap menerima kunjungan spesial. Bahkan ada perasaan yang berbeda ketika kami menyambutnya, seperti menyambut kedatangan orang tua yang sudah lama ingin berkunjung. Hal yang lumrah, mengingat yang akan berkunjung adalah rombongan calon purna tugas Kementerian Ketenagakerjaan RI, sekitar 100 orang diboyong ke Balai kami untuk diberikan pembekalan agar lebih siap dalam menghadapi masa pensiun nanti. Kementerian yang dulu bernama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang sebelum ini menjadi induk semang kami, BBLM Yogyakarta, yang ketika itu masih bernama BBLK Yogyakarta. 

Ada perasaan rindu, terutama kami sebagai seorang PSM akan kehadiran mereka. Banyak hal yang kami dapat selama kami masih bergabung dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, banyak ujian dan tempaan yang kami dapat sehingga menjadi individu maupun lembaga yang bisa berkembang sebesar ini. Di Kemenakertrans kami dipacu untuk mengembangkan kompetensi, dipacu untuk berbenah dalam menyelenggarakan pelatihan yang berkualitas. Kami rindu "dibandingkan" dengan Balai Latihan Kerja beserta para instrukturnya. Suasana yang membuat kami semakin terlecut untuk mengembangkan diri dan terus berbenah sehingga mampu menyelenggarakan pelatihan kepada masyarakat dengan baik. Hal-hal itu yang membuat kami tidak boleh melupakan Kemenakertrans yang sekarang menjadi Kemenaker, sang induk kami di masa lalu.

Kedatangan rombongan Kemenaker, kami sambut dengan hangat. Ada rasa canggung ketika kami sebagai PSM harus memandu kegiatan pembekalan Calon Purna Tugas ini, karena selain banyak diantara peserta adalah instruktur dan senior kami, kedatangan rombongan ini juga didampingi oleh pihak BNI dari jakarta. Konsep yang cukup unik, karena pendampingan pihak Bank bertujuan untuk membantu para calon purna tugas untuk mencukupi kebutuhan modal dalam memulai usaha yang para calon purna tugas tersebut minati. Hal yang sangat bagus, mengingat salah satu kendala seseorang dalam memulai sebuah usaha adalah permasalahan modal. Perasaan canggung, lambat laun sirna setelah melihat apresiasi yang diberikan para peserta ketika melihat percontohan yang ada di lahan Demplot, ada semacam kepercayaan diri yang tumbuh pada diri teman-teman PSM untuk membawakan materi yang sudah diminta oleh tim panitia dari Biro Organisasi dan Kepegawaian Kemenaker.

Kami sebagai PSM didapuk untuk menyampaikan kegiatan pemanduan, beserta analisis usaha pada beberapa bidang, antara lain ; Budidaya Ikan Air Tawar, Budidaya Ayam Petelur, Budidaya Ayam Joper bahkan ada materi tambahan yang diminta dadakan yaitu materi tentang hidroponik. Perasaan kami senang, melihat antusiasme yang tergambar dari raut peserta, yang tidak canggung ketika kami ajak untuk menerima materi di lapangan. Yak betul, di lapangan lah materi-materi tersebut kami sampaikan, ada yang diatas kolam, di samping kandang ayam petelur, bahkan di tengah jalan kandang materi itu kami sampaikan. Sebuah pengalaman baru dari mereka, juga sebuah kepuasan bagi kami dalam menyampaikan materi itu, karena dari dulu konsep pelatihan seperti inilah yang menurut kami cocok diberikan bagi masyarakat. Konsep pelatihan yang bisa melihat secara utuh gambaran dari apa yang disampaikan dalam materi teori di dalam kelas, karena kami percaya dengan melihat, mendengar dan mengetahui gambaran kegiatan secara langsung, akan mudah bagi seseorang untuk mengingat dan mempraktekkannya. Akhirnya semoga para calon purna tugas mampu menyerap dan mempraktekkan inspirasi yang didapat selama di BBLM Yogyakarta, sehingga menjadi ilmu yang berguna.

Sebuah kebanggaan bagi kami menerima kunjungan dari para senior kami, semoga sukses !!!


















Jumat, 16 Maret 2018

Periode Krusial Budidaya Joper itu bernama Brooding



Kalau ada yang bilang beternak itu enak, mungkin orang tersebut termasuk dalam golongan orang yang sabar, tabah dan langka. Langka, karena menemukan orang yang mau beternak sesuai dengan keinginan hatinya bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Selain karena tidak adanya keterjaminan harga, baik harga panen maupun harga Sapronak, beternak itu capek, capek hati, capek pikiran dan capek tenaga. Oleh karena itu, sudah selayaknya orang yang mau beternak harus dilindungi, oleh siapa lagi kalau bukan PEMERINTAH supaya tidak punah (hehehehe). Oleh sebab itu, ditengah kurangnya perhatian terhadap peternak, PSM BBLM Yogyakarta merasa perlu untuk berbuat sesuatu sebagai bentuk perhatian terhadap peternak. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengkaji dan ikut menyebarluaskan ilmu tentang peternakan kepada masyarakat, terutama masyarakat desa. Hal ini, dilakukan demi memberikan percontohan dan gambaran tentang seluk beluk usaha peternakan dan bagaimana menyikapinya. Hal tersebut dilakukan melalui Uji Coba usaha peternakan skala rumah tangga di Lahan Demplot yang dimiliki oleh BBLM Yogyakarta.

Oleh sebab itu, lewat blog mandiri PSM Jogja ini, kita akan tampilkan beberapa tulisan Serial Peternakan tentang tahapan dalam beternak. Dalam serial perdana peternakan di tahun 2018 ini, kita akan mulai terlebih dahulu membahas tentang budidaya ayam jowo super (Joper). Di tulisan terdahulu dalam blog ini, sudah dibahas sekilas tentang prospek dan pengantar budidaya ayam joper. Dalam kegiatan budidaya ayam joper, selain peluang yang sangat terbuka, peternak juga masih dihadapkan pada performa produksi yang masih kurang memuaskan antaralain standard bobot yang tidak terpenuhi ditambah dengan FCR yang bengkak. Hal tersebut tentu saja berimbas pada hasil yang didapat akan rendah, bahkan rugi. Lho kok rugi???ya tentu saja rugi kalau dana yang kita keluarkan untuk membeli pakan ternak tidak mampu diubah oleh si ayam menjadi bobot/daging. Banyak hal yang bisa menyebabkan hal tersebut, salah satu yang paling krusial adalah tidak berjalannya periode brooding dengan baik.

Apa itu Brooding?

Brooding adalah fase awal dalam kegiatan budidaya ternak unggas untuk mengganti peran perawatan dan kenyamanan yang diberikan oleh induk unggas, idealnya anak ayam ketika setelah menetas memerlukan suhu hangat dan nyaman agar mampu menyerap kuning telur bawaan. Oleh sebab itu, dalam kegiatan budidaya ternak unggas/joper, brooding erat kaitannya dengan fase pemeliharaan dengan menciptakan suasana suhu yang hangat dan nyaman dari awal sejak anak ayam (DOC) chick in sampai dengan pemanas tidak digunakan lagi. Dalam melakukan brooding, yang perlu diperhatikan adalah suhu, kelembaban, sirkulasi udara, kepadatan ayam serta ketersediaan pakan dan air minum yang tepat. Tepat disini adalah berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan ayam, jadi tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin, tidak boleh terlalu lembab atau sangat kering, tidak boleh terlalu pengap, tidak boleh terlalu padat, tidak boleh kurang pakan atau tidak boleh kurang minum. Hal-hal tersebut wajib dipenuhi oleh peternak kalau menginginkan periode brooding berjalan dengan sukses.

Mengapa Brooding penting?

Dalam fase brooding, ketika ayam mendapatkan suhu dan kenyamanan yang ideal, tubuh ayam akan mampu tumbuh dengan baik. Pertumbuhan yang dimaksud dipengaruhi oleh kelancaran penyerapan kuning telur dalam tubuh. Kuning telur bawaan dalam tubuh mengandung berbagai macam nutrisi essensial yang sangat penting dan lengkap bagi anak ayam, bahkan mampu menopang kebutuhan ayam sampai minimal 3 hari sejak menetas dan memacu kekebalan alami tubuh ayam. Pertumbuhan yang terjadi pada masa brooding juga sangat penting, karena pada masa ini, apabila brooding sukses, pembelahan sel akan berjalan dengan optimal. Semakin banyak sel yang membelah, akan memudahkan fase selanjutnya dalam membesarkan sel tubuh, karena semakin banyak sel tubuh yang membelah akan memudahkan dalam memacu pertumbuhan karena jumlah sel yang dibesarkan juga banyak..

Bagaimana jika brooding gagal?

Ketika brooding gagal, misalnya dikarenakan suhu ruangan terlalu dingin, penyerapan kuning telur akan terganggu, akibatnya kuning telur tidak terserap sempurna, biasanya menjadi benjolan yang menempel di usus. Ketika kuning telur tidak terserap dengan maksimal, kekebalan alami dalam tubuh juga tidak terbentuk secara maksimal, akibatnya ayam menjadi mudah terserang penyakit.
Ketika brooding gagal karena kepanasan dan sirkulasi udara yang sangat jelek juga mampu menimbulkan efek yang sangat menakutkan, dimulai dari heat stress ataupun dehidrasi yang mampu menyebabkan kematian.
Atau ketika brooding tidak berjalan dengan sukses juga menyebabkan pertumbuhan menjadi lambat dan kemampuan untuk mengkonversi pakan menjadi bobot juga tidak sesuai harapan, akibatnya kerugian yang didapat.

Bagaimana agar brooding berhasil?

Banyak jalan menuju roma, banyak cara agar tujuan tercapai. Dalam kegiatan brooding, tidak ada keharusan untuk menganut model brooding antara 1 tempat dengan tempat yang lain, semua tergantung dari kondisi, keadaan dan kemampuan yang dimiliki masing-masin individu peternak. Dimulai dari bentuk brooding, ada yang melingkar, kotak, persegi panjang bahkan lonjong, itu semua tidak masalah. Atau tempat brooding, apakah di kandang kemudian melebar jadi satu tempat atau periode brooding yang terpisah dengan kandang pembesaran, itu juga tidak masalah. Atau brooding di kandang postal atau kandang baterai, itu juga tidak masalah. Atau sumber pemanas, apakah pakai pemanas gas, pemanas minyak, pemanas listrik, pemanas oli bekas, pemanas briket batubara, pemanas kayu, pemanas arang, pemanas sekam atau pemanas pemanas gergaji, itu juga tidak maslah. Yang terpenting adalah bagaimana menciptakan kondisi yang nyaman dan ideal bagi pertumbuhan ayam sehingga brooding berjalan dengan sukses sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing peternak. Setiap peternak harus mampu menterjemahkan komponen-komponen biaya dalam budidaya sehingga mampu mendapatkan hasil yang maksimal.

Bagaimana brooding di Demplot BBLM?

Brooding di Demplot BBLM terpisah dengan fase selanjutnya. Brooding yang kami lakukan dengan menggunakan kandang baterai dan pemanas listrik. Kepadatan awal chick in adalah 50 ekor/m2 dan selanjutnya dikurangi dengan cara memindahkan ke kandang baterai berikutnya sesuai dengan kondisi. Dalam kegiatan brooding, lampu dihidupkan terus menerus sampai 1 minggu, kemudian dikurangi frekuensi penyalaan dan intensitasnya sedikit demi sedikit sampai hanya dinyalakan ketika malam hari saja. Lampu yang digunakan adalah lampu bohlam 5 watt - 60 watt, lampu 60 watt digunakan ketika awal chick in sampai umur 5 hari, kemudian diganti lampu 40 watt sampai umur 18 hari, kemudian diganti lampu 5 watt sampai ayam siap dipindahkan ke kandang pembesaran.
Untuk sirkulasi udara harus terjaga dengan baik, serta kebersihan atau sanitasi kandang dilakukan dengan cara membersihkan kotoran dipenampungan kotoran tiap 3 hari sekali.

Apa tanda brooding berjalan sukses?

Ayam yang broodingnya berjalan dengan baik, standard bobot dan FCRnya tercapai, kemudian bulu  dan kaki terlihat halus,licin serta tidak rusak.

Berikut ini dokumentasi brooding yang ada di demplot BBLM Yogyakarta, semoga menginspirasi.






















Kamis, 15 Maret 2018

Jamur Kuping Merah (Auricularia auricula juade)


Setiap kali mendengar kata jamur, bayangan kita pasti terlintas pada bahan olahan makanan yang sekarang cukup terkenal. Iya, Makanan jamur sekarang sudah cukup dikenal oleh masyarakat umum, di berbagai kota mulai banyak warung makan sampai restoran yang menjajakan menu jamur sebagai menu utama. Jamur diolah menjadi berbagai makanan yang dulu tidak dibayangkan sebelumnya, dari menjadi sate, tongseng, sampai menjadi olahan ala masyarakat barat. Hal tersebut cukup wajar saja mengingat kandungan gizi jamur yang cukup lengkap, sehingga sekarang mampu menjadi komoditas baru yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan.

Salah satu jamur yang cukup banyak permintaannya di pasar adalah jamur kuping, jamur ini termasuk dalam jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi, kandungan nutrisi didalamnya diantaranya lemak, protein, serat, karbohidrat, energi, vitamin B, vitamin C dan juga mineral. Berbagai mineral yang terkandung di dalam jamur kuping juga sangatlah beragam, seperti kalsium, kalium, magnesium, zat besi, natrium, fosfor, seng, tembaga, mangaan dan selenium. Kandungan nutrisi yang lengkap tersebut sangatlah lengkap untuk menjaga kesehatan tubuh.

Prospek tersebut mendorong temen-temen PSM BBLM Yogyakarta untuk membuat skala uji coba Budidaya Jamur Kuping di 2 kumbung jamur yang berada di 2 Demplot dengan karakteristik yang berbeda. Skala yang diuji coba pada masing-masing kumbung berukuran 5 x 8 meter dengan diisi 1500 baglog mampu menunjukkan performa yang cukup bagus di ketinggian sekitar 200 mdpl dan 600 mdpl. Jamur kuping dibudidayakan dalam kumbung jamur dengan rak bertingkat. Jamur kuping memerlukan kelembaban yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Dalam satu kali periode, 1 baglog jamur mampu panen sebanyak 5 - 7 kali dengan jarak waktu rata-rata tiap petik sekitar 2 minggu dan mampu menghasilkan 50 - 70 gram per baglognya tiap kali petik. Dengan hasil tersebut, diperkirakan rata-rata hasil panen tiap baglog mampu mendapatkan jamur kuping segar sebesar 250 gr - 490 gr.

Uji coba yang dilaksanakan oleh temen-temen PSM cukup memberikan gambaran usaha yang cukup prospektif untuk dilakukan masyarakat khususnya di pedesaan. Selain karena hanya memerlukan tempat yang tidak terlalu luas, rutinitas kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut juga tidak terlalu berat. Kegiatan kesehariannya berupa menjaga kelembaban kumbung, menjaga kebersihan dan kontrol hama serta penyakit. Hama yang sering menjadi kendala dalam budidaya jamur kuping adalah krepes, hal tersebut bisa diantisipasi dengan menjaga kebersihan dan panen serentak. Akhirnya dengan harga jamur kuping basah di pasaran Rp.8.500 - Rp. 12.000 per kg, membuat usaha ini layak untuk diusahakan, karena selain dalam bentuk segar, jamur ini akan tahan lama jika dikeringkan dan diolah menjadi makanan ringan dengan penambahan nilai ekonomi yang cukup bagus.










Rabu, 07 Maret 2018

STUNTING...Genting dan Penting kita LAWAN!!!


Pada kolom berita Republika.co.id tertanggal 24 Januari 2018, terpampang judul berita yang cukup membelalakkan mata kita bahwa WHO merilis 7,8 juta jiwa balita di indonesia merupakan penderita Stunting. WHO menetapkan batas toleransi stunting maksimal 20 % dari jumlah keseluruhan balita, sementara di Indonesia jumlah balita penderita stunting sudah mencapai 35,6 % dengan rincian 18,5 % kategori sangat pendek dan 17,1% kategori pendek. Hal inilah yang mengakibatkan WHO menetapkan Indonesia sebagai Negara dengan status gizi buruk, sungguh predikat yang sangat memalukan dan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memerangi permasalahan stunting tersebut.

Sementara dalam artikel yang terbit dalam Kompas.com pada tanggal 8 Februari 2018, disebutkan bahwa Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun. Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi dibawah standard pertumbuhan anak keluaran WHO. Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

Tahun 2018 ini, ada 10 desa di 2 kecamatan di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah yang terdapat kasus Stunting. Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi sebagai pamomong masyarakat desa di seluruh indonesia memiliki tanggung jawab bersama-sama dengan pihak terkait untuk melawan permasalahan tersebut melalui kegiatan Percepatan Penanganan Stunting yang dilaksanakan pada tanggal 26-27 Februari 2018. Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis Pusat dibawah Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi mendapatkan kehormatan karena ditunjuk untuk turut menyukseskan hajat kementerian tersebut. Konsep yang diusung oleh BBLM Yogyakarta adalah memberikan edukasi dan percontohan intensifikasi lahan pekarangan dengan membuat kebun gizi yang mampu membantu mencukupi kebutuhan gizi rumah tangga.

Konsep Kebun Gizi melalui Intensifikasi Lahan Pekarangan yang diusung oleh BBLM Yogyakarta mendapatkan respon yang sangat baik sekali baik dari masyarakat desa, pengunjung, stakeholder terkait serta Penasehat Dharma Wanita Pusat Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Ibu Riri Eko Putro Sandjojo beserta rombongan.